Oleh: wonix | November 7, 2007

Positif Thinking bagus lhoo…

gw suka banget ama tulisan oleh ibu Lisa Nuryanti, ceritanya menarik. kadang-kadang kita seperti “fery” yang melihat kerjaan lewat satu sisi saja. langsung aja, jika mo baca saya hanya ngasih sebagian saja mengingat saya mencopy paste dari www.bisnis.com

Masalah atau peluang?

oleh : Lisa Nuryanti
Managing Director Expands Consulting

Baru setengah tahun Feri bekerja di perusahaan retail. Tapi sejak masuk bekerja, sebenarnya ada satu hal yang mengganjal di hatinya, sistem kerja di perusahaan tersebut. Awalnya dia diterima di bagian administrasi pergudangan. Tapi ketika bagian sales kekurangan tenaga karena salah seorang supervisor sakit keras, maka Feri diperbantukan di bagian sales.

Feri tidak keberatan. Tapi ternyata tugasnya sebagai administrasi pergudangan juga tetap berjalan, sehingga kini dia menjabat dua bidang pekerjaan yang sama-sama sibuk. Untung semua berjalan dengan lancar.

Di bulan keempat Feri diminta agar membantu cabang Bogor yang sedang mengalami masalah. Penjualan menurun. Maka Feri dikirim ke sana dan bertugas untuk mengecek segala sesuatu dan memberikan masukan, dan membantu agar segala sesuatu berjalan sebagaimana mestinya.

Dari sistem operasional, hubungan dengan pelanggan, cara kerja di lapangan, sistem administrasi, laporan keuangan, hingga kinerja setiap orang tak luput dari pantauannya. Dua bulan kemudian dia kembali ke Jakarta dan mengerjakan dua bidang pekerjaannya kembali beserta tambahan membantu bagian distribusi.

Pekerjaannya sebenarnya cukup menyenangkan. Tapi, pekerjaan yang berubah-ubah dan lingkup tugas dan pekerjaan yang tidak jelas membuatnya merasa kurang senang. Feri sebenarnya ingin satu pekerjaan yang tetap, tidak berubah-ubah dan dipindahkan ke mana saja, tapi, terpaksa dia menyetujui sistem kerja tersebut, karena dia ingin tetap bekerja.

Ternyata, ganjalan tersebut menganggu kinerjanya sendiri. Dia tidak bisa lagi melihat keuntungan apa yang mungkin didapatnya dari pengalaman kerja semacam ini, tapi dia hanya melihat masalah yang tidak disukainya.

Feri sendiri tidak berdaya. Tiap hari dia semakin tenggelam dalam kebingungan memikirkan pekerjaan dan masa depannya. Dia melihat salah seorang rekannya yang sudah empat tahun, tapi tetap juga pekerjaannya sama dengan Feri. Jadi Feri semakin khawatir kalau-kalau dia juga akan bekerja serabutan selama bertahun-tahun tanpa perubahan.

Perasaan tersebut membuat Feri semakin tertekan. Apalagi dia baru saja resmi berpacaran dengan seorang wanita, Sinta. Kekhawatirannya meningkat dua kali lipat. Dia menjadi semakin khawatir kalau nanti sudah menikah dengan Sinta, lalu dia masih harus berpindah-pindah ke divisi lain atau bahkan ke kota lain, wah jangan-jangan dia tidak setuju.

Feri mulai ketakutan. Bagaimana kalau Sinta menuntutnya untuk tidak pindah-pindah rumah? Bagaimana kalau Sinta tidak bisa menerima kenyataan tersebut? Bagaimana kalau dia nanti jadi uring-uringan tiap hari? Bagaimana kalau begini, kalau begitu, dan seribu satu pertanyaan serta kekuatiran lain menumpuk dalam hati dan pikirannya.

Ajak diskusi

Setelah enam bulan, Feri tidak tahan. Dia akhirnya memutuskan untuk berterus terang dan membicarakan hal tersebut dengan Sinta secara terbuka. Maka Feri mengajak Sinta berdiskusi. Sinta sendiri juga bekerja di bagian ekspor di sebuah perusahaan peralatan kantor.

Ternyata tanggapan Sinta di luar perkiraan Feri. Feri menduga Sinta akan merendahkan Feri, kesal, marah-marah, atau bahkan menyuruhnya keluar dan mencari pekerjaan lain. Tapi Sinta malah mengajaknya melihat masalah tersebut melalui kacamata lain.

Sinta merenung sebentar dan berkata “Jadi, Kak Feri sekarang bertugas di bagian gudang, sales, dan distribusi?”

“Ya!” kata Feri kesal.

“Kak Feri juga berhasil membantu cabang Bogor mengatasi masalahnya dalam dua bulan?”, tegas Sinta. Feri hanya mengangguk.

“Kak. Kak Feri sebenarnya beruntung lho,” kata Sinta.

………………………………………………………..

==> untuk lebih jauh dapat membaca di www.bisnis.com

==> ini linknya: http://web.bisnis.com/kolom/2id614.html

semoga membantu pikiran kita untuk lebih positif lagi.

ucapan terima kasih pada www.bisnis.com dan ibu Lisa Nuryanti


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.